Text
Islam matrilineal : kekerabatan Ibu di dunia Indo-Melayu
Buku Islam matrilineal : kekerabatan Ibu di dunia Indo-Melayu ini membahas mengenai 3 pembahasan. yaitu di bab pertama, berjudul "Matrifocal, Matrilineal, atau Matriarkal? Ketahanan Budaya dan Kerentanan Kalangan Matrilineal dan Muslim Minangkabau di Indonesia" yang ditulis oleh Lyn Parker ini membahas kerentanan dan ketahanan matrilineal dan Muslim Minangkabau di Indonesia, yang dianggap sebagai kelompok matrilineal terbesar di dunia dengan jumlah 6,5 juta pada tahun 2010. Penulis menyurvei banyak penelitian pada waktu yang berbeda, yang secara beragam mengklaim bahwa masyarakat Minangkabau bersifat matrifokal, matrilineal dan matriarkal. Secara tradisional, di Minangkabau, tiga atau empat generasi matrikin ditampung di rumah panjang berbentuk tanduk kerbau yang terkenal. Kemudian pada bab 2, yang berjudul " Adat Perpatih di Malaysia: Sifat, Sejarah, Praktik-Praktik, dan Isu-isu Kontemporer", yang ditulis oleh Alexander Wain dan Norliza Saleh ini mencoba mengeksplorasi evolusi adat perpatih, sistem matrilineal tradisional, yang banyak ditemukan di sepanjang Negeri Sembilan, Malaysia. Para penulis menggarisbawahi sejarah awal adat perpatih, bagaimana praktik tersebut menutupi masalah kepemimpinan masyarakat, perkawinan, dan kepemilikan properti, pewarisan, dll. Untuk bab tiga berjudul "Integrasi Budaya dan Sosial dalam Komunitas Muslim Matrilineal, Matriarkal, Matrifokal di India Selatan" yang ditulis oleh Abbas Panakkal, ini menyoroti jejak awal Islam matrilineal di sub-India dengan menganalisis salinan manuskrip 'Futuhat al Jaza ir'. Kajian ini mendefinisikan kembali identitas Muslim Matrilineal, yang hanya dikaitkan dengan komunitas-komunitas Nair oleh para peneliti awal, meniadakan keberadaan tradisi matrilineal bahkan dalam komunitas suku. Selamat membaca dan belajar ya!