Text
Film : sebagai media belajar
Buku Film : sebagai media belajar ini membahas mengenai film, apresiasi, dan manfaatnya; sejarah film di Indonesia; karakteristik, jenis, fungsi, dan peran film; film pendek mulai dari sejarahnya, karakteristiknya, dan perkembangannya; hubungan film dengan kebudayaan dan pendidikan; film sebagai media pembelajaran; film-film bertema pendidikan; unsur pembentuk film; serta dibahas juga mengenai istilah-istilah dalam sinematografi. Film memang merupakan seni hiburan bagi masyarakat yang mampu menembus batas-batas kelas sosial. Kemampuan film dalam menjangkau berbagai segmen kelas sosial membuat film memiliki potensi untuk mempengaruhi khalayak penikmatnya. Nilai strategis film tidak hanya berperan sebagai hiburan, namun film juga berpotensi menjadi media edukasi, yang dapat mengkomunikasikan pesan pendidikan secara efektif, bahkan mampu mempengaruhi perilaku seseorang. Salah satu keunggulan film adalah mampu memvisualisasikan berbgaai karakter manusia sehingga dengan mudah dapat mengintervensi atau mempengaruhi pemikiran penonton. Tak jarang juga ada penonton yang merasa gemas dengan salah satu tokoh antagonis bernama Rani yang dibintangi oleh artis Davena Karamoy dalam film Ipar adalah Maut, yang dibenci adalah tokoh Rani yang diperankannya, padahal itu berbeda dengan Davena Karamoy dalam kehidupan nyatanya, alhasil Davena Karamoy berhasil menyampaikan pesan Rani dalam film tersebut. Di sinilah terlihat bahwa film memiliki efektifitas dalam menanamkan nilai-nilai moral sebagai bagian dari aspek pendidikan karakter bangsa. Buku ini ditulis sebagai salah satu referensi sederhana yang memberikan pemahaman tentang seluk beluk dunia perfilman dan nilai-nilai strategis film selain sebagai media hiburan. Selamat membaca dan belajar ya!