Text
Orang-orang biasa : original story
Buku novel berjudul Orang-orang biasa : original story karya penulis Andrea Hirata ini mengisahkan tentang rencana perampokan yang terjadi di Kota Belantik. Kota Belantik adalah kota yang dikenal karena sifatnya yang ramah dan sopan, meskipun tingkat pendidikannya tidak terlalu tinggi. Namun, reputasi baik kota ini terganggu saat ada kasus perampokan yang terjadi selama perayaan hari kemerdekaan, yang dilakukan oleh sekelompok perampok. Perampok-perampok ini sebenarnya adalah teman-teman akrab yang bersahabat sejak masa sekolah. Mereka melakukan perampokan ini untuk membiayai pendidikan. Salah satu anggota mereka, Aini, yang diterima di Fakultas Kedokteran di kampus ternama. Persahabatan mereka dimulai ketika mereka adalah siswa SMA yang kurang pandai dan sering ditempatkan di kelas belakang. Meskipun beberapa dari mereka bahkan tidak berhasil lulus SMA, persahabatan mereka tetap kuat hingga dewasa, meskipun nasib mereka berbeda-beda. Ketika di SMA, mereka sering menjadi korban perundungan oleh sekelompok siswa lain. Namun, mereka tetap bersatu dan mempertahankan persahabatan mereka dalam kondisi kesederhanaan mereka. Rencana perampokan ini dipimpin oleh Debut yang idealis, dan akhirnya mereka semua bergabung meskipun awalnya ada keraguan. Mereka membagi diri menjadi dua tim dan menggunakan kendaraan berbeda. Salah satu tim berhasil merampok sebuah toko dan mendapatkan sejumlah besar uang. Namun, mereka tanpa sengaja mengungkapkan bahwa toko tersebut adalah tempat penyimpanan uang hasil korupsi, sehingga polisi berhasil menangkap beberapa pelakunya. Meskipun rencana perampokan tersebut gagal, Aini, anak Dinah, akhirnya dapat melanjutkan pendidikan kedokterannya dengan biaya yang mereka peroleh secara jujur. Cerita ini menggambarkan bahwa meskipun melalui jalur yang salah, mereka akhirnya menyadari pentingnya menjalani hidup dengan jalan yang benar. Ikuti kisah selengkapnya dalam novel ini ya, selamat membaca!
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Mozaik-mozaik terindah | Cet. 4 | id |
| Si anak pemberani | Cet. 10 | id |
| Laskar pelangi | Cet. 60 | id |
| Si anak pintar | Cet. 1 | id |
| Laskar pelangi | Cet. 31 | id |
| Laskar pelangi | Cet. 60 | id |
| Guru Aini | Cet. 6 | id |
| Laskar pelangi | Cet. 31 | id |