Text
Menyaksikan 30 tahun pemerintah otoriter soeharto
Buku menyaksikan 30 tahun pemerintahan otoriter Soeharto ini menyajikan bagaimana Soeharto menjadi pemimpin negara sejak tersingkirnya Presiden Soekarno pada awal 1968. Modal utama kekuasaan Soeharto adalah dukungan tentara dan kemarhaan rakyat kepada Partai Komunis Indonesia (PKI). Soeharto mempunyai 3 cara untuk membangun dan mempertahankan kekuasaanya. Petama, menyingkirkan semua Perwira berorientasi kiri dan sukarnois. Kedua, mempromosikan para jendral yang dianggapnya tidak punya potensi menggunakan tentara melawan sang presiden. Ketiga, para pendukung yang berjasa bagi kemenangan politik Soeharto, tetapi menonjol dalam masyarakat, atau dianggap mempunyai agenda sendiri, dengan segera disingkirkan dari posisi-posisi berpengaruh . Buku ini juga mencatat kasus-kasus yang menunjukkan bagaimana Soeharto menguasai tentara. Jenderal Ahmad Kemal Idris, Jendral H.R. Dharsono, Jenderal Murtopo, Jenderal Benny Moerdani, dan banyak lagi lainnya, adalah tokoh yang pada suatu titik dalam perjalanan karir militer mereka di persepsikan Soeharto sebagai potensi yang mengancam kekuasaan sang presiden. Dan karena itu sesegera mungkin dari disingkirkan dari pendopo kekuasaan.
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Menyibak tabir orde baru : memoar politik Indonesia 1965-1998 | id | |
| Habibie & Soeharto | Cet. 1 | id |
| Habibie & Soeharto | Cet. 1 | id |